Friday, March 28, 2008

CINCAU HIJAU

Diberi judul cincau hijau karena memang tanaman merambat ini ada dua jenis yaitu cincau hijau dan cincau hitam. Keduanya berbeda dalam hal warna, cita-rasa, penampakan dan cara pembuatan. Cincau hijau dibuat dari daun cincau tanpa proses pemanasan, sedangkan cincau hitam dibuat dari seluruh bagian tanaman janggelan dengan proses pemanasan dan penambahan bahan lainnya.



Sudah lama penasaran akan penampakan daun cincau ini akhirnya kesampaian juga, sekaligus praktek mengolah daun cincau tersebut menjadi minuman segar. Ternyata caranya mudaaaah sekali dan rasanya segeeeer sekali apalagi diminum disiang hari saat matahari lagi terik-teriknya mmmm asli seger Thanks ya ma Lid untuk daun cincaunya.
Beberapa sumber mengatakan bahwa membuat cincau hijau adalah dengan cara meremas - remas daun cincau tersebut setelah sebelumnya ditambah dengan air matang tapi kali ini saya membuatnya dengan cara diblender (saran 'ma Lid)...agree5



Bahan :
- 1 gemgam daun cincau, cuci dengan air matang sampai bersih
- 2 gelas air matang
- 500 ml santan
- Gula 100 gr
- daun pandan
- garam secukupnya

Cara membuat :

- Blender daun cincau setelah dicampur dengan air matang, saring diamkan.
- Rebus santan, gula, daun pandan sampai mendidih beri garam secukupnya. Boleh tambahkan gula jika menghendaki rasa yang lebih manis.



Cara penyajian :
- Ambil gel cincau dengan sendok, tuang kedalam gelas atau mangkuk, beri potongan es batu, siram dengan santan manis.
- Siap untuk dinikmati ok

10 comments:

  1. Kok gak ada poto yang udah jadi Bu...? gak jadi ngences deh saya... BTW gak pakai "bedak keong" kayak yang ditipi itu khan B' Wien? Katanya pedagang es cincau ntu pada pakai bedak keong biar sari daun cincaunya cepat mengenyal dan tahan lebih lama.. udah gitu mereka pakai zat pewarna pakaian, Syerem yah.. jajan diluaran? es cincau yang kita kira minuman sehat aja diisi zat kimia macam2... o ya kalo punya bibit tanamannya saya mau dong B' Wien?hehe... biar bisa bikin sendiri kayak B' Wien. maaf ya kepanjangan (fatma)

    ReplyDelete
  2. Fotonya menyusul ya...ini asli made in dewe lho, bahan - bahannya ya spt yang tertera jadi ngga pake bedak keong...iiiih serem ya.
    Seperti itulah resikonya kalau jajan diluar, banyak penjaja menghalalkan segala cara demi meraih untung besar tanpa peduli akibatnya. Mungkin mereka pikir "ah yang penting bukan saya yang makan ". Mudah - mudahan kita terhindar dari hal - hal demikian ya. Thanks sudah mampir.

    ReplyDelete
  3. Mbak Wien,
    Saya nyoba mikin cincau dengan cara diblender seperti yang mbak lakukan, tapi kok hasilnya hancur lebur, nggak jadi cincaunya, yang jadi malah buih-buih yang mengental dan tidak bisa disaring.........? Kenapa yach? Trims- Leo.

    ReplyDelete
  4. Sorry, mbak, nambah;
    segenggam daun cincau itu kira2 berapa lembar? dan gelasnya ukuran brp ml.?
    Trims lagi, Leo

    ReplyDelete
  5. Mbak-mbak, daun cincau 20 lembar jangan diblender...nggak bisa. Tapi diremas...dalam air bersih matang, satu liter.Thank you.

    ReplyDelete
  6. ini R&B yang punya undid itu bukan?

    ReplyDelete
  7. ini daun cincau jenis apa?

    ReplyDelete
  8. Mas Leo, mbak Sri, memang ada perbedaan hasil antara di blender dan diremas - remas pakai tangan. Diremas - remas lebih lama menjadi gel nya tetapi menghasilkan tekstur yang halus dan warna yang lebih tua. Tapi jika diblender, sangat cepat berubah menjadi gel sehingga proses penyaringan harus cepat dan warna yang dihasilkan lebih muda selain timbul busa busa kecil. Kedua teknik tersebut sudah saya coba dan saya lebih suka dengan cara diremas-remas.

    ReplyDelete
  9. @adi, ini blog saya mas, saya tidak tahu 'undid' itu siapa.

    ReplyDelete
  10. @Rusdi, saya tidak tahu persis ini jenis apa mas...tapi menurut si pemberi bibit, ini berasal dari luar maksudnya luar negeri.

    ReplyDelete